Bani Umayah
Awal berdirinya pemerintahan Bani Umayah adalah setelah pengunduran diri Ali bin Abi Thalib dari jabatannya sebagai khalifah. Posisi Ali tersebut kemudian diganti dengan Mu’awiyah bin Abi Sufyan yang pada saat itu menjabat sebagai Gubernur Damaskus. Masa pemerintahan Bani Umayah berlangsung sekitar 90 tahun atau dari tahun 661-750M. Corak pemerintahan ini adalah Monarchi Hereditas (kerajaan turun temurun).
Ada 14 khalifah yang memimpin pemerintahan Bani Umayah, yang terbagi menjadi 2 periode. Periode pertama dipimpin oleh keturunan Mu’awiyah bin Abi Sufyan selama sekitar 23 tahun dari tahun 661-683M. Mereka adalah Mu’awiyah bin Abi Sufyan yang menjabat dari tahun 661-679M; Yazid bin Mu’awiyah dari tahun 679-683M; dan Mu’awiyah II bin Yazid yang hanya memerintah pada tahun 683M karena adanya pemberontak bernama Ibnu Zubair.
Ada 14 khalifah yang memimpin pemerintahan Bani Umayah, yang terbagi menjadi 2 periode. Periode pertama dipimpin oleh keturunan Mu’awiyah bin Abi Sufyan selama sekitar 23 tahun dari tahun 661-683M. Mereka adalah Mu’awiyah bin Abi Sufyan yang menjabat dari tahun 661-679M; Yazid bin Mu’awiyah dari tahun 679-683M; dan Mu’awiyah II bin Yazid yang hanya memerintah pada tahun 683M karena adanya pemberontak bernama Ibnu Zubair.
Periode kedua berlangsung selama sekitar 66 tahun atau dari tahun 683-749M. Periode kedua ini dipimpin oleh keturunan Marwan bin Hakam atau sepupu Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Mereka adalah Marwan bin Hakam (683-684M); Abdul Malik bin Marwan (684-705M); Walid bin Abdul Malik (705-711M); Sulaiman bin Abdul Malik (714-717M); Umar bin Abdul Aziz bin Marwan (717-719M); Yazid bin Abdul Malik (719-723M); Hisyam bin Abdul Malik (723-742M); Walid bin Yazin bin Abdul Malik (742-743M); Yazid bin Walid bin Abdul Malik (743M); Ibrahim bin Walid bin Abdul Malik (743-744M); dan Marwan bin Muhammad bin Marwan (744-749M).
Namun di sini saya hanya akan membahas tentang khalifah-khalifah besar Bani Umayah berserta pencapaian-pencapaiannya.
- Mu’awiyah bin Abi Sufyan
Berkuasa sekitar 19 tahun, ia adalah penderi pemerintahan Bani Umayah. Ekspansi wilayahnya mencapai Tunisia, Afganistan-Kabul, dan Khurasan-Sungai Oxus. Angkatan lautnya berkekuatan 1.700 kapal menyerang ibukota Bizantium, Konstantinopel, namun tak berhasil ditaklukkan. Ia berhasil menaklukkan daerah-daerah di sekitarnya, seperti Kepulauan Jarba, Kepulauan Rhodesia, Kreta dan Ijih.
- Abdul Malik bin Marwan
Berkuasa selama sekiatar 20 tahun, ia melanjutkan ekspansi wilayah pendahulunya, Mu’awiyah. Ia mengirim tentara menyeberangi Sungai Oxus dan berhasil menaklukkan Balkh, Bukhara, Khawarizm, Farghana dan Samarkand. Tentaranya bahkan sampai ke India dan menguasai Bulukhistan, Sind, Punjab (Pakistan) dan Maltan.
- Walid bin Abdul Malik
Berkuasa kurang lebih selama 9 tahun, ia melakukan ekspansi ke Afrika Utara, menuju wilayah barat daya, Benua Eropa pada tahun 711M. Al Jazair dan Maroko dapat ditaklukkan di bawah pimpinan Musa bin Nushair yang kemudian diangkat menjadi gubernur di wilayah itu. Pada 711M, Kerajaan Visigoth (penguasa Spanyol) dapat dikalahkan di bawah pemimpinan Thariq bin Ziyad. Kota-kota seperti Cordova, Seville, Elvira dan Toledo dapat diduduki dengan mudah. Thariq bin Ziyad kemudian diangkat menjadi gubernur di wilayah itu. Dalam kurun 2 tahun, seluruh wilayah Spanyol, Portugal dan Prancis bagian selatan dapat dikuasai tentara Islam.
- Umar bin Abdul Aziz bin Marwan
Berkuasa hanya kurang lebih 2 tahun, ia melanjutkan serangan ke Prancis melalui pegunungan Piranee. Serangan ini dipimpin oleh Abdul Rahman bin Abdullah al Ghafiqi. Serangan dilancarkan dari wilayah Bordeux, Poiters, lalu dilanjutkan ke Tours hingga mendekati Paris. Karena ketakutan, orang-orang kristen Eropa lalu bersatu dibawah pimpinan Charles Martel untuk menghadang pasukan muslim. Terjadilah perang yang disebut “Bilath Syuhada” yang menyebabkan Al Ghafiqi terbunuh dan pasukan muslim ditarik mundur ke Spanyol.
Prestasi-prestasi lain yang dicapai pemerintahan Bani Umayah antara lain: mendirikan kantor pos dengan menyediakan kuda-kuda lengkap dengan peralatannya di sepanjang jalan; menertibkan angkatan bersenjata agar lebih terorganisir dan tangguh; mencetak mata uang dengan tulisan berbahasa Arab pada tahun 659M, menggantikan mata uang Bizantium dan Persia; membuat jabatan hakim (qadhi) menjadi profesi tersendiri; Bahasa Arab menjadi bahasa resmi, semua urusan administratis wajib menggunakan Bahasa Arab; membangun panti-panti untuk orang cacad, dan menggaji para pegawainya; membangun pusat ekonomi, pabrik-pabrik, infrakstruktur seperti jalan-jalan, gedung-gedung, dan masjid-masjid dengan megah.
Meski memilik banyak sekali prestasi, pemerintahan Bani Umayah pada tahun 750M runtuh dan hanya menyisakan wilayah kecil di Andalusia yang kemudian menjadi pemerintahan Bani Umayah II. Fakktor-faktor keruntuhannya adalah:
- Era khalifah terakhir, Marwan bin Muhammad bin Marwan (744-749), adalah era pemerintahan yang sangat lemah, salah satunya adalah karena kebiasaan hidup mewah di lingkungan istana.
- Ketidakstabilan politik dan banyaknya konflik internal
- Pemberontakan kaum Khawarij yaitu kaum pembenci Ali dan Mu’awiyah
- Perlawanan kaum Syi’ah yang tak pernah suruh yang dipicu oleh pembununhan Husein oleh Khalifah Yazid (peristiwa Karbala
- Penyebab langsung runtuhnya pemerintahan Bani Umayah adalah munculnya kekuatan baru yaitu keturunan al Abbas yang mendapat dukungan kuat dari keturunan Bani Hasyim, golongan Syi’ah dan Mawali (umas muslin non-Arab) yang sudah lama tidak suka dengan pemerintahan Bani Umayah.

0 komentar:
Posting Komentar