Senin, 09 Juni 2014

Peristiwa Rengasdengklok


Pada 14 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Berita tersebut dirahasiakan dari rakyat Indonesia, namun para pemuda Indonesia  mengetahuinya melalui siaran radio BBC. Pada saat itu juga, Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta kembali ke tanah air dari Saigon, Vietnam untuk memenuhi panggilan Marsekal Terauchi.
Pada 15 Agustus pukul 8 malam, para pemuda di bawah pimpinan Chairul Saleh berkumpul di Laboratorium Bakteriologi di Jalan Pegangsaan Timur No. 13 Jakarta. Para pemuda bersepakat bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hak rakyat Indonesia dan tidak bergantung kepada negara lain. Maka dari itu, mereka menginkan agar proklamasi kemerdekaan Indonesia dilakukan secepatnya, tidak menunggu pemberian dari Jepang. Namun, golongan tua berpendapat bahwa kemerdekaan Indonesia harus dilaksanakan melalui perundingan bersama Jepang pada rapat PPKI tanggal 18 Agustus 1945 karena mereka tidak ingin adanya pertumpahan darah lagi. Akhirnya, mereka memutuskan untuk mengamankan Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta ke Rengasdengklok.
Pada dini hari 16 Agustus 1945, golongan muda  membawa Soekarno bersama Fatmawati dan Hatta ke Rengasdengklok . Tujuan dilakukannya pengasingan tersebut adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Dipilihnya Rengasdengklok adalah karena tempat tersebut berada jauh dari jalan raya utama Jakarta-Cirebon dan terdapat hubungan erat antara anggota PETA Daidan Purwakarta dan Daidan Jakarta. 
Ir. Soekarno menyatakan bersedia untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia setelah kembali ke Jakarta melalui pembicaraan dengan Sudancho Singgih. Maka Sudancho Singgih kemudian kembali ke Jakarta untuk memberi tahu pernyataan Soekarno tersebut kepada kawan-kawannya dan pemimpin pemuda. Pada saat itu juga di Jakarta golongan muda (Wikana) dan golongan tua (Ahmad Soebardjo) melakukan perundingan. Hasil perundingannya adalah bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia harus dilaksanakan di Jakarta. Selain itu, Laksamana Tadashi Maeda mengizinkan rumahnya untuk tempat perundingan dan ia bersedia untuk menjamin keselamatan para pemimpin bangsa. Akhirnya, Soekarno dan Hatta dijemput dari Rengasdengklok.
Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dirumuskan oleh Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta dan Ahmad Soebardjo di rumah Laksamana Tadashi Maeda dini hari pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada saat perumusannya, Soekarno membuat konsep yang kemudian disempurnakan oleh Hatta dan Ahmad Soebardjo. Setelah konsep selesai dan disepakati, Sayuti Melik kemudian mengedit dan mengetik naskah tersebut.
Pada awalnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia akan dibacakan di Lapangan Ikada. Tetapi melihat jalan menuju ke Lapangan Ikada dijaga ketat oleh pasukan Jepang bersenjata lengkap, akhirnya pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan di kediaman Ir. Soekarno yaitu di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta.
Pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 pukul 10.00 dibacakanlah Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno, yang kemudian disambung dengan pidato singkat. Bendera Merah Putih yang dijahit oleh Ibu Fatmawati dikibarkan olah seorang prajurit PETA, Latief Hendraningrat yang dibantu oleh Soehoed. Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama.


0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2014 SENDA's BLOG